Unknown



.....aku hanya bisa terdiam dan merenung saat itu, aku tak mampu berucap apapun

sebab kekecewaan yg mendalam yg  kurasa, aku seolah pasrah dengan

keputusannya, hatiku rasa hancur, tak berbentuk lg. hari itu hari terburuk bagiku,

hari dimana aku harus... ahhh aku tak sanggup mengucapkan kata itu .......


  

    Panggil aku Aldi, dan pacarku bernama tia,

, dia wanita yg amat ku cinta dan kusayangi setelah ibuku,

awal yg begitu indah kala itu,  dia perhatian, dia sangat menyayangiku,

dia baik, sangat peduli padaku, walau kadang cerewet, bawel dan manja padaku,

tpi sifat itulah yg sering membuatku selalu merindukannnya :) humm tia, aku sangat

mencintaimu, aq merasa sangat beruntung bisa memilikimu, ku harap kita akan terus

bersama sampai tua, smpai maut menjemput kita berdua.


   Perlu diketahui bahwa Tia berasal dr padang, dia awalnya skolah dan tinggal di padang,

dan kita pernah Ldr, ( yg gatau LDR, kukasih tau, LDR itu Long Distance Relationship/Hubungan Jarak Jauh),

sedangkan aku di bengkulu, kita Ldr-nya hanya sbntar,

krna si tia melanjutkan sekolahnya disini (di bengkulu), dia disini bersama kakak perempuannya,

kak anita namanya. sejak saat itu kami slalu barengan.

Hari-hari ku indah saat bersamanya, smuanya kita lewati bersama, senang, sedih, tawa, duka,

kita slalu bersama-sama.


   Waktu pun berlalu begitu cepat tak terasa hubungan kami sudah berjalan 1 tahun,

awalnya sikap kakaknya biasa saja, tp lama'' aku merasa dia tidak suka padaku,

entah mengapa, dia terlihat sinis belakangan ini. aku fikir dia iri kepada kami berdua,

mungkin karena kisah cintanya tak seindah yg kami jalani.


   Sore itu, aku berjalan sendiri mau pulang. tiba'' bertemu dengan kak anita,

yg baru pulang dari bekerja, entah ada angin apa sore itu, ia langsung memanggilku

dengan wajah yg terlihat kesal,


kak anita : aldi! sini kamu,


aku           : *berjalan menuju arah kak anita*


kak anita : cepeeett! aku mau ngomong sesuatu sama kamu,! *dengan wajah kesal*


aku           : iya kak, ada apa?


kak anita : ku kasih tahu ya sama kamu, kalau selama ini ortu kami (ortu kak anita &tia)

                  tidak pernah setuju dengan hubungan kalian!

                  kalo bukan karena aku, hubungan kalian tak akan selama ini,

                 ortu ku menyuruh aku untuk memisahkan kalian, dan aku bilang ''iya''.

                 tapi saat itu tia memohon untuk merahasiakan bahwa hubungan kalian ini masih berlanjut,

                 karena kasihan kepada tia, aku pun meng-iya-kannya,

                 lalu saat itu aku berbohong, aku bilang kpada ortu ku bahwa kalian telah berpisah.

                  (mukanya seperti singa yg siap mencakar-cakar mangsanya)


aku          : aku tahu kok, tia pernah bilang klo dri awal ortu nya tak setuju dgn hubungan kami.

                  tp dia ga bilang kalo ortunya ingin kami berpisah, makanya ku lanjutin hubungan ini.


kak anita : hmm,, ternyata sudah tau. tapi msih brani-braninya pacaran sama tia,

                   hah?! nekat banget kamu *tersenyum sinis*


aku           : aku sayang sama tia kak, bener'' sayang, ga mudah buat pergi ninggalin dia

                  apalagi sampai melupakan tia!


kak anita : ohh,, kamu udah berani ya sama aku, aku mau lihat seberapa besar cinta kalian,

                   seberapa kuat kalian mempertahankan hubungan kalian ini,!


aku           : kami berdua bakal buktikan kalo kami masih bisa sama-sama selamanya,

                   walau ortu kakak gak merestui hubungan kami dari awal!


kak anita : bisa sama-sama selamanya?  hahaha ga bakal terjadi!

                   udah tau gak direstuin masih aja niat ngelanjutin, dasa keras kepala !


aku            : iya aku memang keras kepala, karna aku tidak main'' dengan tia!


kak anita  : ah sudahlah susah ngomong sama anak kecil (dengan nada meremehkan), kita lihat saja nanti,

                    akan ku pastikan hubungan kalian tidak akan bertahan lama lagi!


Lalu kak anita pergi ninggalin aku. dan aku hanya diam saat itu.


    Tapi.. inilah hidup, kita gak mungkin selalu bahagia, ada kalanya kita sedih,

kecewa dan pasrah saja dgn keadaan, huh *menghelah nafas*

hubungan kami ini tidak direstui oleh kedua ortu tia, aku sudah lama tahu hal itu,

entah mengapa saat itu tia tetap mempertahankan cinta kami,

dia memilih untuk tetap bersama denganku,

aku hanya bisa menebak, mungkin cinta dia begitu besar kepadaku dan begitupun aku,

tapi tetap saja kebahagiaan ini tak sempurna, tanpa restu dari ortunya,

belum lagi ancaman kak anita yg membuatku smakin takut,

aku takut hubungan ini tak akan akan lama dan tak seindah yg kubayangkan :(.


    Beberapa minggu kmudian, pada siang itu ortu tia menelponnya,

dan dia disuruh pulang ke kediaman ortu nya beberapa hari lagi, tapi sebelum dia pulang,

tia berpesan padaku bhwa ortunya menyuruhku utuk menemui mereka sebelum tia berangkat,

dan aku harus membawa ortu ku, aku kaget, aku tak bisa menerka-nerka

knapa tiba'' ortunya ingin bertemu denganku, dan ortuku. esoknya aku pergi ke kediaman tia

bersama ortuku, ketika disana smua telah berkumpul, lalu ortu tia menyampaikan maksudnya,

ternyata ortunya berniat menyatukan kami, aku sungguh tak percaya, ini terasa seperti mimpi,

oh Tuhan terimakasih, :). aku sungguh bahagia ternyata aku bisa bersatu dengan tia.

(waktu itu, aku sangat bingung, kenapa ortu tia mendadak mempersatukan kami,

bukan kah dari awal mereka tidak suka padaku?, apakah ancaman kak anita waktu itu hanya

gurauan untuk menakut-nakuti ku? ahhh aku tak mengerti apa maksud mereka sbenarnya,

yg ku tahu, tak lama lagi aku dan tia akan membangun sebuah rumah tangga bersama :)).

Kami  berdua akan bertunangan 2 minggu lagi, lalu bulan depan kami langsung di nikahkan,

suatu kejutan yang tak terduga-duga olehku, & kami semua setuju dan telah sepakat dengan semua itu.

Mulai skarang tak ada lg yg perlu aku khawatirkan,

waktu yg sangat'' kami tunggu akan segera tiba :), bahagia yg tak terkira :)


    Tapi sehari setelah pertemuan itu, entah mengapa tia tidak bisa dihubungi,

kita putus komunikasi, "oh Tuhan,, apa yg terjadi?.." aku coba telpon nomernya tidak aktif.

karena aku khawatir, esoknya aku coba lg menelpon si tia, telponnya pun tersambung,

tapi bukan tia yg angkat, tapi pamannya,  ketika kutanya keberadaan si tia

pamannya bilang " tia sekarang sudah di padang".  aku jawab, "kenapa? apa yg terjadi?"

lalu tiba-tiba bapaknya tia yg menjawab telepon, "nak adit, maaf bapak mau bilang kalo

rencana tunangan dan pernikahan kalian semuanya dibatalkan!

oh God, ketika mendengar kata'' itu aku merasa sedang tersambar petir, jantungku terasa berhenti,

aku merasa tak mampu berucap lg, kenapa semuanya bisa jadi begini? kenapa?

apa salahku? aku hanya diberi harapan palsu saja.

{aku dibuat melayang ke awan lalu tiba'' jatuh terhempas kedasar kolam yg tak ada airnya, sakiitt :D}

(saat itu aku teringat omongan kak anita beberapa waktu lalu, mungkinkah ini ada kaitannya dengan kak anita?

karena yg ku tahu dia yg paling tidak suka dengan hubungan kami, apakah ini rencananya? aku Tak tahu).

lalu aku jawab "kenapa?" bapak tia hanya diam, kmudian aku lanjut berbicara,

"om, tolong berikan hp nya kepada tia sebentar, aku mau bicara :)" kemudian hp sudah di tia.


aku : tiaa, mengapa semua jadi begini? :')


tia    : ........(dia tak menjawab apapun, dia hanya menangis)


aku  : tolong beri aku alasan walau hanya sedikit tia, :'


tia    : sudahlah, lupakan aku!, jangan pernah ganggu hidupku lagi!


aku  : tapi kenapa?!


tia    : keputusanku sekarang sudah bulat, aku ingin melanjutkan skolahku disini,

          lalu aku akan membuka lembaran baru tanpa ada dirimu lg dihidupku.


aku  : kamu benar'' mau meninggalkanku? apakah kamu udah gak sayang sama aku?

          apakah cinta itu tak ada lg? tolong jawab dr dalam lubuk hatimu?! tiaa,

          aku tau dan yakin kamu masih sayang dan cinta sama aku? iyakan?! ini bukan kemauanmu, tapi

          ortu mu kan?, laluu untuk apa kita selama ini bertahan, jika begini jadinya,

          semua seakan sia-sia tia, hari'' yg kita lewati bersama, canda, tawa, suka, duka, & tangis smuanya

          pernah kita rasakan.sekarang? apa? hubungan ini berakhir seperti ini?.


tia   : udah,, pergi jauh'' dari hidupku! Sekarang aku ingin mnjadi anak yg berbakti pada ortuku,

         menuruti semua ingin mereka, mungkin itu jalan terbaik untuk aku dan kamu!


aku : Tapi.. (omongannya terpotong)


tia   : Aku harus apalagi? dilanjutkan juga percuma, kita hanya akan menghabiskan wktu,

         dan menyiksa batin kita! kita sampai akhir juga gak mungkin bisa bersama!


aku : yasudah aku tak bisa memaksakanmu untuk memilihku, mungkin ketika aku diposisimu,

         aku juga lebih memilih ortu ku dibanding kamu :') dah,, jaga diri baik'' ya disana,

         jangan lupakan aku, setidaknya kau ingat kalo kita pernah bersama-sama. bye :')

        (omongan tia tadi memang benar, smuanya akan percuma)


tia   : .....(menangis)


tiba-tiba "tut,,tut,,tutt," telponya dimatikan oleh tia.


    Dan dengan berakhirnya percakapan tadi, berakhir pula hubungan aku dengan tia,

smua akun sosmed ku di blokir, dia ganti nomer, ketika ku tanyakan pada temannya,

temannya hanya bilang "gak tahu", kami benar'' kehilangan komunikasi.

  

    Ternyata hal yg kutakutkan selama ini terjadi, aku tak bisa bersama-sama lg dengan tia.

hubungan kami sudah berakhir. aku hanya bisa terdiam dan merenung saat itu,

aku tak mampu berucap apapun sebab kekecewaan yg mendalam yg  kurasakan saat itu,

aku seolah pasrah dengan keputusannya, hatiku rasa hancur, tak berbentuk lg.

hari itu hari terburuk bagiku, hari dimana aku harus "berpisah"

ahhh aku tak sanggup mengucapkan kata itu.

aku benar-benar tak habis pikir, dan hingga detik ini aku tak tahu alasan pasti,

"mengapa tia tega ninggalin aku?" aku hanya menerka-nerka saja.

{play lagu pink-just give me a reason :D }


Aku yakin dn percaya, disetiap cobaan itu ada hikmah yg dapat ku ambil,

Yang diatas mungkinpunya rencana lain buat aku dan tia (Ciyeee :D)

Ternyata, waktu gak bisa menjamin suatu hubungan :)

aku tak akan membenci dia, bagaimanapun dia adalah sosok yg pernah membahagiakanku,

mengisi hari-hariku, melukiskan senyum diwajahku, menyemangatiku,

memotivasiku, & dan membuatku menjadi seorang pribadi yg lebih baik dari hari ke hari.

(nah ini, jd ga boleh benci sm mantan :D)

Terimakasih tia, aku bahagia pernah memilikimu :)


    Dari kejadian ini aku mulai awali hariku, ku buka lembaran baru, perlahan ku coba

melupakan kejadian yg lalu, :). dan aku meneruskan study ke perguruan tinggi d tempatku,

saat itu aku hanya fokus ke kuliah ku, masa depanku, dan orang tua ku, dan aku tak

sempat memikirkan wanita, pacaran dan bla bla bla :D.

3 tahun kemudian, aku bertemu dengan sosok wanita,

entah mngapa waktu itu, aku berfikir untuk menjalin hubungan lg dngn seorang wanita,

{ya iyalah sama wanita, masa sama lelaki, -,- uups}

  

    Petemuan yang tak terduga kala itu,

sore hari itu saat aku pergi keluar sekedar untuk refreshing, tapi tiba'' hujan turun,

aku langsung turun dr speda motorku, untuk menepi dan berteduh di suatu halte,

di halte itu aku melihat sosok wanita berkerudung merah jambu yg anggun,

dan disebelahku ad seorang bapak-bpak yg sedang membaca koran,

aku memulai suatu pembicaraan kepada wanita itu, dimulai dari bertanya

"maaf mbak, kalo boleh tahu, skarang jam brapa ya? :)" (kebetulan aku lupa memakai jam tangan waktu itu)

lalu wanita itu menjawab "sekarang jam 16.45 mas, :)" lalu drisitu aku lanjut ngobrol panjang lebar,

hingga tak terasa hujan sudah mulai reda, & aku pun mengakhiri obrolan tersebut dgn bicara,

"bolehkah aku meminta nomer hp nya nona? :)'' (aku kira dia tidak akan memberi)

"boleh, :)" (lalu dia menuliskan nomernya di suatu kertas, dan memeberikannya kpd ku),

dan aku bertanya kembali "mau kemana stelah ini?" dia mnjawab, "mau pulang, :)''

aku pun berbasa-basi padanya, "aku antarkan, boleh" dia bilang "tidak usah, trimakasih,

aku bisa pulang sendiri naik angkot :)", "hmm, yasudah" kataku, :)

lalu aku terburu beranjak pulang, mengendarai motorrku, takutnya hujan akan

turun lg, karena terburu-buru aku jd lupa menanyakan namanya,

(untung saja nomer hp nya sudah ada padaku :))


    Setelah pertemuan singkat itu, kami hanya berkirim pesan, untuk sekedar menanyakan,

"lagi apa?'', "udah makan atau blum?" ucapan "selamat pagi/ malam",

namun aku lama'' menaruh hati padanya, aku banyak berubah setelah

kenal dengannya, ya aku berubah jd lebih baik, aku semakin memperbaiki diri, beribadah yg

lebih rajin, mdekatkan diri sma yg diatas, krna kusadar selama ini aku lalai.

kita dekat seperti sahabat kala itu.

(oh,ya,namanya dea, anak yg baik, taat beribadah, ramah, sopan, penyabar, :))

aku tidak berpacaran dengannya, karna ku tahu dia pasti akan menolak berpacaran,

(karena islam hanya mengenal ta'aruf bukan pacaran)

aku akan menunggu waktu yg tepat untuk menyatakan perasaanku,

bukan dengan memberikannya seikat bunga dan menjadikannya pacar,

namun dengan seperangkat alat sholat serta mas kawin, didepan Tuhan YME, ortu,

keluarga dan smua orang, :) kali ini aku serius, hatiku berkata dia lah wanita yg tepat untukku.


    Beberapa bulan kmudian aku lulus dari kuliah ku, dan telah bekerja di suatu

perusahaan asing, sejak saat itulah, niat ku yg kemaren akan ku wujudkan, bukan skrang, aku

harus menabung dahulu, dan secepatnya kan ku pinang si dea.

beberapa bulan kmudian, aku datang ke rumahnya, aku datang bersama kedua orang tua ku,

aku sengaja untuk tidak memberitahu dea, karena aku ingin memeberi kejutan padanya,

tapi sebelumnya aku sudah pastikan dulu kalau dea dan kdua ortunya ada dirumah waktu itu.

"Assalamualaikum,, ucapku dan kdua ortu ku, tok,tok, tok" (sambil menggedor pintu)

pintu pun di buka oleh dea yg mnggunakan krudung putih kala itu, terlihat jelas mukanya yg

kaget akan kehadiranku bersama ortuku, tanpa basa-basi lg dea langsung mempersilahkan masuk,

dea memanggil kedua ortunya, lalu ia ke dapur, membuatkan minum, singkat cerita,

lamaranku pun diterima oleh dea dan orang tua-nya menyetujui, jd smua setuju,

dan keputusannya, minggu depan kami akan di tunangkan, dan seminggu setelah

tunangan kami akan menikah, mungkin ini terkesan mendadak, tp ini permintaanku,

(karena aku takut, jikalau ditunda-tunda lg, akan terjadi hal yg tak diinginkan)

dan dea pun meng-iyakannya.

seminggu berlalu begitu cepat, kami pun bertunangan, :) uhh, senyum nan

lebar dan indah terlukis di wajah kami berdua. :)


-seminggu kemudian,

kami menikah, alhamdulillah tak ada halangan, hanya saja saat pernikahan kami

akan dilangsungkan mobilku yg aku tumpangi mogok, untungnya dapat segera teratasi dan kami

pun melanjutkan perjalanan kami. & tiba disana, kami langsung masuk kedalam,

rupanya penghulu serta semua orang telah menunggu, pak penghulu memulainya,

aku sempat grogi waktu mengucapkan janji suci nan sakral itu, tapi semuanya lancar saja,

dengan ucapan "sah" dari smua saksi, serta diakhiri dgn do'a, dan ciuman dea ke tanganku,

serta ciuman dariku ke kening dea, istriku.


Kami telah sah menjadi suami-istri, kan kubangun rumah tangga

yang sakinah,mawaddah,warrohmah, bersama istriku tercinta :)


oh iya, kabar terakhir yg kudapat dari teman tia, kalo si tia

sudah bertunangan dengan seorang laki'' pilihan ayahnya, yg bekerja

sebagai polisi, dan tahun depan mereka akan segera menikah.

humm, aku senang mendengar kabar itu, smoga mreka bahagia seperti aku dan istriku.


Rupanya ini rencanya Yang Kuasa untuk kami,

ini adalah buah dari rasa sabarku terhadap masalah yg menimpaku dahulu,

aku jadi mengerti sekarang, Trimakasih untuk smuanya Ya Robb :)

ini akhir yang indah, rencana Tuhan memang slalu yg terbaik, :)




---------------------------------------TAMAT----------------------------------------------------------


Pesan: Tidak semua hal yang kamu ingikan, bisa kamu dapat, kadang kala kamu harus

            mengikhlaskannya, bukan karna kamu pasrah akan keadaan, namun karna

            Tuhan telah mempersiapkan sesuatu yg lebih baik dan sudah menunggumu didepan sana,

            dan kamu hanya perlu bersabar. :)




#Kita boleh jatuh cinta, namun yg sewajarnya saja sob, Berbesar cintalah kepada yg diatas,

& orang tua, serta keluarga. :) jangan cinta cinta banget sma pacar,

terkadang mereka hanya sosok yg hanya mampir sebentar dlm khidpan kita :)

ntar susah move on nya loh :p wkwk (saran :D)         



cerita: kisah nyata sesorang, yg dikembangkan oleh Arinda Larasati,

Maaf klo kurang bagus, saya bukan penulis :D

Kritik dan saran nya jgn lupa, mohon sertakan kritikan yg membangun,

thanks buat yg udah baca, thanks buat waktunya, :)

jangan lupa kunjungi blog aku yah :

http://manyunda.blogspot.com/ 


4 Responses
  1. Unknown Says:

    Kereen, mampir juga ya diblog ini http://www.dudswear.com/


  2. Unknown Says:

    Yang namanya jatuh cinta, pasti ada hubungan dicintai dan mencintai. Wajar jika wanita begitu mencintai pasangannya, namun hati-hati, karena segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk cinta.Mengatasi Kurang Darah (Anemia)



  3. Unknown Says:

    bagus bagus,tepuk tangannn........


Posting Komentar